![]() |
| Pemerintah Kota Sabang menerima Anugerah keterbukaan Informasi Publik |
KETERBUKAAN informasi publik semakin menjadi fondasi penting dalam tata kelola pemerintahan modern. Ketika informasi mudah diakses, kepercayaan publik meningkat, partisipasi warga bertumbuh, dan efektivitas pelayanan pemerintahan menguat.
Prinsip-prinsip inilah yang sedang dibangun Pemerintah Kota Sabang melalui berbagai terobosan besar sepanjang 2024–2025, mulai dari penguatan PPID di seluruh level pemerintahan, pendampingan gampong, kompetisi literasi informasi, hingga kehadiran Wali Kota Sabang langsung di hadapan Komisi Informasi Aceh (KIA) untuk memaparkan komitmen daerah terhadap keterbukaan.
Berbagai langkah ini bukan hanya menjadikan Sabang sebagai salah satu daerah paling progresif di Aceh dalam hal transparansi, tetapi juga membangun ekosistem informasi yang sehat, bertanggung jawab, dan berpihak pada masyarakat.
Salah satu momen penting yang menegaskan keseriusan Sabang adalah kehadiran langsung Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, pada Evaluasi Badan Publik 2025 yang digelar Komisi Informasi Aceh. Pada kesempatan itu, Zulkifli tampil memaparkan berbagai inovasi dan strategi pemerintah kota dalam memperkuat pelayanan informasi publik.
Zulkifli menjadi satu-satunya kepala daerah di Aceh yang hadir langsung pada sesi paparan. Hal ini menunjukkan bahwa keterbukaan informasi tidak hanya menjadi tugas perangkat daerah, tetapi merupakan komitmen dari level pimpinan tertinggi pemerintahan.
Dalam paparannya, Zulkifli menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari misi pembangunan Sabang. “Transparansi bukan kewajiban administratif semata. Ini adalah ruang untuk membangun kepercayaan, memperkuat partisipasi masyarakat, dan memastikan program-program pemerintah dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.
Langkah Wali Kota ini mendapat apresiasi dari tim penilai KIA serta para tenaga ahli. Ketua KIA, Junaidi, memberikan catatan strategis agar Sabang mengembangkan portal atau aplikasi khusus yang memuat seluruh informasi penting tentang kota, mulai dari potensi wisata, sejarah Pulau Weh, hingga kanal laporan dan pengaduan terintegrasi. Masukan tersebut diterima sebagai dorongan untuk memperkuat pelayanan informasi yang lebih modern dan adaptif.
![]() |
| Kehadiran langsung Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, pada Evaluasi Badan Publik 2025 yang digelar Komisi Informasi Aceh |
Komitmen tingkat tinggi ini mempertegas bahwa Sabang tidak sekadar mengikuti regulasi, tetapi ingin menjadi contoh daerah yang maju dalam transparansi dan akuntabilitas.
Transformasi dari Akar Rumput: Pendampingan PPID Gampong
Keterbukaan informasi tidak akan berjalan efektif tanpa penguatan di tingkat gampong. Menyadari hal itu, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfotiksa) Kota Sabang menggelar Pendampingan PPID Gampong pada 8 Oktober 2025.
Empat gampong hadir dalam kegiatan ini: Krung Raya, Anoi Itam, Batee Shok, dan Aneuk Laot. Kegiatan dibuka oleh Kadis Kominfotiksa, Agus Halim, dan dihadiri oleh Kabid Pelayanan Informasi Publik, Mustakim, S.Sos. Dua tenaga ahli dari Dinas Kominfo Aceh dihadirkan sebagai pemateri: Asriani, S.Sos., M.Si., dan Rahmad, S.T., M.T.
Para peserta diberikan pemahaman mulai dari dasar hukum keterbukaan informasi, mekanisme uji konsekuensi, hingga praktik teknis layanan informasi publik yang profesional, cepat, dan tepat sasaran. Pendampingan ini juga memberikan simulasi penanganan permohonan informasi, teknik pengarsipan modern, serta langkah-langkah mencegah penyalahgunaan informasi.
Agus Halim menekankan bahwa gampong adalah garda terdepan pelayanan publik. “Keterbukaan informasi harus menjadi budaya kerja. Jika informasi dari gampong tersampaikan dengan baik, maka hoaks dan disinformasi dapat diminimalisir. Masyarakat pun merasa dilibatkan dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Salah satu hal yang paling diapresiasi dalam kegiatan ini adalah kehadiran langsung para Keuchik, tanpa diwakilkan. Ini menunjukkan komitmen kuat gampong dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan.
Prestasi Membanggakan: Sabang Raih Predikat ‘Informatif’ Tahun 2024
Komitmen kuat pemerintah kota dalam keterbukaan informasi membuahkan hasil besar. Dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Aceh 2024, Kota Sabang meraih predikat “Informatif” dengan skor 90,00, meningkat signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.
![]() |
| Foto bersama Komisi Informasi Aceh |
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, Syawaluddin, kepada Pj Sekda Kota Sabang, Irfani, dalam acara resmi di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pada 19 November 2024.
“Alhamdulillah kita menerima predikat Informatif. Ini bukan capaian satu dinas semata, tetapi hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, gampong, dan masyarakat. Kami berkomitmen terus menghadirkan layanan informasi yang mudah, cepat, dan akurat untuk masyarakat Sabang,” ujar Irfani.
Pada tahun 2024, sebanyak 183 badan publik dinilai oleh KIA. Predikat Informatif merupakan kategori tertinggi dengan skor 90–100, yang hanya diberikan kepada badan publik dengan kinerja sangat baik dalam layanan informasi publik, termasuk kepatuhan pada standar nasional, publikasi berkala, dan ketersediaan informasi setiap saat.
Penghargaan ini menjadi energi baru bagi pemerintah kota untuk terus memperluas akses informasi, memperkuat kanal resmi, dan meningkatkan literasi digital masyarakat.
Penguatan Literasi Publik Lewat Lomba Asah Terampil KIG 2025
Tidak berhenti pada kerja struktural, Sabang juga memberikan perhatian besar terhadap peran Kelompok Informasi Gampong (KIG) sebagai simpul komunikasi antara pemerintah dan masyarakat akar rumput. Dalam rangka HUT Kota Sabang ke-60, Diskominfo Sabang menyelenggarakan Lomba Asah Terampil KIG pada 21 Juni 2025 di Gampong Krueng Raya.
Dengan tema “Meningkatkan Peran KIG dalam Optimalisasi Informasi bagi Masyarakat Pesisir”, kegiatan ini diikuti 16 KIG dari 18 gampong di Sabang, menjadikan kegiatan tersebut salah satu ajang penguatan literasi publik terbesar sepanjang tahun.
Kompetisi ini tidak hanya menguji wawasan anggota KIG tentang informasi publik, tetapi juga melatih kemampuan mereka dalam menyampaikan informasi dengan baik dan menangkal hoaks. Kepala Diskominfo, Agus Halim, menyampaikan bahwa KIG adalah mitra strategis pemerintah kota dalam memastikan informasi dari pemerintah sampai kepada masyarakat dengan tepat.
“KIG bukan hanya perpanjangan tangan pemerintah, tetapi juga penjaga literasi di tingkat gampong. Mereka membantu masyarakat memahami informasi penting dan mencegah tersebarnya kabar bohong,” ujar Agus.
Pada kompetisi tersebut, KIG Gampong Kuta Barat keluar sebagai Juara 1, disusul KIG Balohan sebagai Juara 2, dan KIG Paya Seunara sebagai Juara 3.
![]() |
| Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfotiksa) Kota Sabang menggelar Pendampingan PPID Gampong pada 8 Oktober 2025 |
Rangkaian agenda sepanjang dua tahun terakhir menunjukkan pola besar yang sedang dibangun Pemerintah Kota Sabang: menjadikan transparansi sebagai identitas pelayanan publik. Dengan kombinasi kerja struktural, penguatan gampong, peningkatan kapasitas SDM, hingga partisipasi masyarakat, Sabang semakin mantap menuju predikat “Kota Informatif 2025”.
Ada empat dampak utama dari penguatan keterbukaan informasi ini yaitu Meningkatkan Kepercayaan Publik dimana Informasi yang mudah diakses dan transparan mengurangi potensi kesalahpahaman, memperkuat kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.
Upaya ini juga sejalan dengan visi Sabang sebagai destinasi wisata internasional. Kota yang informatif merupakan kota yang terbuka, ramah, dan mudah diakses baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.
Sabang terus bergerak. Dengan komitmen Wali Kota dan seluruh jajaran pemerintahan, pendampingan intensif PPID gampong, penguatan peran KIG, serta keberhasilan meraih predikat Informatif, kota ini menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi turut memimpin.
Keterbukaan informasi bukan lagi sekadar kewajiban hukum, tetapi bagian dari pelayanan publik modern yang ingin diwujudkan Sabang: pemerintahan yang lebih terbuka, masyarakat yang lebih berdaya, dan kota yang lebih terpercaya.[PARIWARA]


.jpeg)
.jpeg)
0Comments